Kesetiaan, Kesungguhan dan Keindahan

 

Puja Trisandhya

You need to a flashplayer enabled browser to view this YouTube video
 
Logo PHDI Pusat

Ekonomi Umat

Salah satu kewajiban umat Hindu adalah melaksanakan Dharma / Tirtha Yatra yaitu mengunjungi tempat-tempat suci yang menjadi "istana" bagi Hyang Widhi dan / atau sinar sucinya. Salah satu umat kita menyediakan program / jasa pemandu Tirta Yatra yang selengkapnya dapat anda kunjungi di website www.niscayabali.com.

 

 
Libur Fakultatif Tahun 2014

DAFTAR LIBUR FAKULTATIF  TAHUN 2014

Read more...
 
Bab 13 - Falsafah Kehidupan

Berkatalah Arjuna:
Oh Kreshna, daku berhasrat sekali untuk mempelajari hal-hal tentang Prakriti (alam) dan Purusha (Sang Jiwa), tentang ladang dan tentang Yang Mengetahui ladang ini (Sang Pengenal ladang), tentang ilmu pengetahuan (kebijaksanaan) dan tentang hal-hal yang perlu untuk diketahui.
Sloka di atas ini tak bernomor, dan sering tak diterjemahkan karena dianggap sebuah sisipan.
Berkatalah Yang Maha Pengasih:

 

Read more...
 
PERAN TEMBANG DOLANAN DALAM PENGAJARAN HINDU

Peran Tembang Dolanan
dalam Pengajaran Hindu
Oleh : Miswanto, Banyuwangi
(Sambungan WHD. No. 499)

Ekspresi yang ditunjukkan dalam sebuah Tembang Dolanan biasanya berupa sikap senang, periang, gembira dan sebagainya. Hal ini terlihat dalam salah satu contoh Tembang Dolanan “Lir-ilir” di bawah ini yang sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Jawa.

 

Read more...
 
Sorga Pahalanya Bagi yang Melestarikan Alam

 

Indraa ya dyaava osadhir uta aapah.

Rayim raksanti jirayo vanani. (Regveda III.51.5).

Maksudnya: Lindungilah sumber-sumber kekayaan alam seperti atmosfir (dyau) tanam-tanaman bahan makan dan tumbuh-tumbuhan berhasiat obat (osadha), sungai sungai, sumber air (aapah) dan hutan-hutan belantara (vana).


Read more...
 
Seimbangkan Beragama ke Luar dan ke Dalam Diri

Seimbangkan Beragama ke Luar dan ke Dalam Diri

Iha camutra wa kamyam
prawrttam karma kirtyate
niskamam jnanapurwam
tu niwrttamupadicyate.
(Manawa Dharmasastra.XII.89)

Maksudnya: Pengertian perbuatan-perbuatan yang menjamin tercapainya harapan-harapan di dunia ini atau di waktu mendatang disebut prawrtta. Tetapi perbuatan-perbuatan yang dilakukan tanpa keinginan akan pahalanya didahului dengan penentuan ilmu disebut niwrti.

Read more...
 
Nilai Kultur Melintasi Zaman

Nilai Kultur Melintasi Zaman
Oleh : Gregorius Magnus Finesso [Kompas, 3 Agustus 2013]

Energi pluralisme menjadi akar nilai hidup komunitas adat Bonokeling. Kuat menggenggam tutur leluhur sejak ratusan tahun silam, mereka tetap terbuka dan tidak menghakimi kelompok lain. Agama dimaknai sebagai aksentuasi wujud syukur pribadi kepada Sang Pencipta melalui keselarasan hubungan antarmanusia dan alam semesta.

Read more...
 
Dahsyatnya DOA !

Dahsyatnya Doa
AA.SG Mas Sentani Dewi

Selain lebih mendekatkan diri pada Ida Sang Hyang Widhi, rajin berdoa juga mampu meningkatkan keimanan. Bibit sifat baik akan berkembang dan keseimbangan hidup pun terjadi.

Read more...
 
BALI DAN BANTEN: Mendalami Ajaran Yoga Dalam Upakara

BALI DAN BANTEN:
Mendalami Ajaran Yoga Dalam Upakara

Sarana upacara adalah upakara. Di Bali upakara dipopulerkan dengan istilah banten, sedangkan di India, upakara disebut wedya. Istilah wedya sebenarnya juga terdapat di dalam pustaka agama Hindu di Bali yang juga berarti banten. Upakara atau banten merupakan perwujudan dan ajaran bhakti marga dan karma marga.

Read more...
 
MALA, Limbah Produk Tubuh

Mala
Limbah Produk Tubuh
Oleh : Ngurah Nala, Universitas Hindu Indonesia

Kata mala di dalam Ayurweda bermakna limbah buangan hasil produk metabolisme tubuh. Bukan kotoran atau dosa. Hasil proses fisiologis dan sel, kelenjar atau sistema tubuh. Semua limbah produk yang dihasilkan oleh tubuh manusia harus dibuang. Limbah adalah sesuatu yang tidak bermanfaat bagi tubuh itu sendiri. Jikalau tidak dibuang keluar tubuh akan menyebabkan badan menjadi sakit. Oleh sebab itu dikenal pula sebutan atau “kitta” atau produk limbah buangan (secara lit. “kitta” = yang harus pergi). Yang dimaksudkan dengan mala atau kitta di dalam kitab kedokteran Ayurweda adalah urine atau air kencing (mutra), tinja/berak (sakrta) dan keringat (sveda). Ketiganya dikenal sebagai mala yang utama. Semua makhluk yang berupa manusia pasti menghasilkan mala ini. Sebenarnya ada lagi produk limbah buangan lainnya, seperti misalnya lemak yang dikeluarkan oleh usus, serumen (kotoran) telinga, lemak kulit, lendir hidung, ludah, rambut, jenggot dan bulu tubuh (kesha), kuku (nakha) jari tangan dan kaki, air mata, dan lain-lainnya.

Read more...
 
Nyepi, Kota Tabang dan Perubahan Iklim
Andi Eka Sakya
Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika
 
Di dalam laporan mereka yang keempat, The Intergovern mental Panel on Climate Change (IPCC) menegaskan keniscayaan pemanasan global yang telah mendorong terjadinya perubahan iklim. Sebab utamanya ialah naiknya konsentrasi gas rumah kaca yang diproduksi manusia, baik secara industri maupun kegiatan lainnya, tidak mampu lagi diserap alam secara seimbang.
 
Read more...
 

Alamat Kontak

Parisada Hindu Dharma Indonesia Pusat
Jl. Anggrek Neli Murni
Blok A No. 3 Slipi,
Jakarta Barat
Telp : (021) 5330414
Fax : (021) 5485181
Kontak Email :
sekretariat[at]parisada.org
(Putu Nugata)

Jejak Pendapat

Bagaimana pendapat Anda tentang tampilan baru ini ?
 

Artikel Umat

Dalam mengarungi bahtera kehidupan, pasang surut pasti pernah kita alami. Rwa-Bhineda, dua hal berbeda yang menjadi keniscayaan, layaknya siang dan malam, laki dan perempuan, suka dan duka, maka keberhasilan dan kegagalan pasti terjadi saat kita bekerja. Walau fakta rwa-bhineda nyata adanya, namun tetap saja, kegagalan konon menjadi, penyebab stress terbesar. Jika suatu saat, pasti akan pernah mengalami kegagalan, apa yang perlu kita persiapkan untuk menghadapinya ?

 

Read more...
 

Hit Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini111
mod_vvisit_counterKemarin215
mod_vvisit_counterMinggu ini549
mod_vvisit_counterBulan ini4051
mod_vvisit_counterSeluruhnya648994
[Sejak 26 Januari 2008]

Statistik Anggota

Total Members : 11587
Members Online : 1
Today : 4 Registers
This week : 16 Registers
This month : 69 Registers

Login Form






Lost Password?
No account yet? Register

Siapa Online ?

We have 18 guests and 1 member online
  • Pekscieriesor
Brahmana Itu Bertani
Brahmana Itu Bertani
Oleh: Ki DharmaTanaya
 
Bhagawan Domya didatangi oleh tiga calon muridnya yaitu Sang Utamanyu, Sang Arunika, dan Sang Weda. Ketiganya mènyatakan keinginannya untuk berguru kepada Bhagawan Domya. Sebelum memberikan pelajaran kepada calon muridnya Bhagawan Domya melakukan Upanayana, yaitu menguji sang murid dengan berbagai aktivitas. Ternyata Bhagawan Domya menugaskan murid-muridnya yaitu Sang Utamanyu melakukan aktivitas bertani, Sang Arunika menggembala sapi, dan Sang Weda memasak. Bagi sementara orang pekerjaan seperti itu mungkin dianggap mudah, namun bagi Bhagawan Domya dengan pekeijaan inilah beliau dapat menguji karakter muridnya.
 
"));